Liputan6.com, Jakarta – Ancaman kebocoran data di dark web kebocoran data di dark web menjadi perhatian serius di Indonesia menyusul laporan dari Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) yang mencatat lebih dari 56 juta data terekspos sepanjang 2024. Merespons urgensi tersebut, PT Prosperita Sistem Indonesia (PSI) secara resmi meluncurkan CSIRTradar, sebuah platform Cyber Threat Intelligence yang dirancang khusus untuk mendeteksi dan mencegah kerugian akibat insiden siber.
Berita Lainnya
Riset: Semester I 2025, Indonesia Alami 133,4 Juta Serangan Siber
KOMPAS.com – Indonesia masih rentan terhadap serangan siber. Hal ini terbukti dari riset terbaru berjudul “Indonesia Waspada: Ancaman Digital di…
Viral Virus di M-Banking BCA, Ahli Siber Akui Potensi Penipuan APK
Jakarta, CNN Indonesia — Viral dugaan modus penipuan terbaru di aplikasi BCA Mobile berupa notifikasi pop-up yang disebut bisa menguras isi rekening. Pakar menjawab itu…
AwanPintar.id secara resmi menyerahkan Laporan Serangan Siber sepanjang 2024 kepada APJII
Pada 13 Maret 2025 AwanPintar.id secara resmi menyerahkan Laporan Serangan Siber sepanjang 2024 kepada APJII (Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia)….
Awan Pintar Optimalkan AI Sebagai Perisai Hadapi Ledakan Serangan Siber di Indonesia
TechnologyIndonesia,id – Penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) di Indonesia terus menunjukkan lonjakan yang signifikan. Studi terbaru AWS mencatat bahwa…
Infografis Jakarta Jadi Sarang Hacker
JAKARTA, iNews.id– Perusahaan keamanan siber, AwanPintar, menyebut Jakarta sebagai kota di Indonesia yang paling sering melancarkan serangan siber. Kok bisa?…
Serangan Siber di Indonesia Melonjak Disebut Jadi Sumber Spam dan Malware
KOMPAS.com – Serangan siber di Indonesia dilaporkan melonjak sepanjang 2025. Bukan cuma itu, Indonesia juga disebut sebagai pengirim spam terbesar…
