TEMPO.CO, Jakarta – Ransomware masih menjadi salah satu ancaman yang menakutkan bagi masyarakat. Khususnya buat para profesional IT pada organisasi pemerintahan maupun swasta yang dalam operasionalnya melakukan pengumpulan data pribadi. Ransomware kini tidak hanya mengenkripsi, tetapi mereka juga mengeksfiltrasi data lalu meminta tebusan dalam pemerasan ganda. Menurut Yudhi Kukuh, Founder AwanPintar.id/CTO Prosperita, saat ini ada ransomeware modern. “Ada developer, seorang programer ransomware, lalu pihak yang membiayai operasional dan orang yang menyebarkan,” kata Yudhi di Shangri-La Hotel Jakarta. Kelompok inilah yang bisa disebut segitiga permasalahan dari sebuah ransomware.
Berita Lainnya
Indonesia Diserang 2 Miliar Kali! Setiap Detik Ada 158 Serangan Siber, Waspada!
JAKARTA – Indonesia terus menghadapi ancaman serius dari kejahatan siber. Pada semester pertama 2024, tercatat ada 2,5 miliar serangan siber…
Awanpintar.id hadirkan solusi pendeteksi ancaman serangan siber
Jakarta (ANTARA) – PT Prosperita Sistem Indonesia menghadirkan platform cloud security engine AwanPintar.id yang memiliki kemampuan mendeteksi ancaman serangan siber….
133 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia di 2025, Mirai Botnet Jadi Ancaman Baru
Liputan6.com, Jakarta – Jumlah serangan siber mengarah ke Indonesia diketahui mengalami penurunan signifikan pada semester I 2025. Walau tercatat ada…
Ngeri! Tiap Detik Ada 22 Serangan Siber ke Indonesia
Jakarta – Selama paruh pertama 2023, ada 347 jutaan serangan siber yang terjadi di Indonesia, atau sekitar 1,9 juta serangan…
Laporan AwanPintar: Indonesia Jadi Sumber Serangan Spam dan Malware Terbesar
Selular.ID – AwanPintar.id, platform intelligence ancaman siber nasional milik PT Prosperita Sistem Indonesia, merilis laporan bertajuk Indonesia Waspada: Ancaman Digital…
Vimanamail Hadir untuk Berikan Perlindungan Lebih Email
SUBANG – PT Prosperita Mitra Indonesia sebagai distributor Eset Indonesia menghadirkan solusi cloud email, yakni Vimanamail. Teknologi ini mampu memberikan…
