Keamanan siber menjadi isu yang semakin krusial di era digital ini. Hal ini disampaikan Founder AwanPintar.id® Yudhi Kukuh, yang menekankan pentingnya menjaga privasi data, terutama di media sosial. “Jangan banyak membagikan data, terutama di media sosial, misalnya ketika ada ajakan untuk mencocokkan wajah dengan karakter tertentu. Ini bisa menjadi awal pengumpulan data oleh AI yang semakin canggih dan valid. Data yang terkumpul, seperti wajah, tahun lahir, dan kebiasaan, bisa dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Berita Lainnya
Hati-hati, Serangan Pencurian Kredensial di Indonesia Melonjak
JAKARTA – Temuan AwanPintar.id memperlihatkan pada tahun 2024 lanskap ancaman siber semakin kompleks dengan beragam. Ancaman baru yang terus berkembang,…
133 Juta Serangan Siber Hantam Indonesia, Ancam Celah Keamanan dan Botnet IoT
Jakarta: Platform intelijen ancaman siber nasional, AwanPintar.id merilis laporan terbarunya yang menyoroti lanskap keamanan digital Indonesia sepanjang paruh pertama tahun…
Ngeri! Tiap Detik Ada 22 Serangan Siber ke Indonesia
Jakarta – Selama paruh pertama 2023, ada 347 jutaan serangan siber yang terjadi di Indonesia, atau sekitar 1,9 juta serangan…
Viral Virus di M-Banking BCA, Ahli Siber Akui Potensi Penipuan APK
Jakarta, CNN Indonesia — Viral dugaan modus penipuan terbaru di aplikasi BCA Mobile berupa notifikasi pop-up yang disebut bisa menguras isi rekening. Pakar menjawab itu…
Indonesia Jadi Sarang Spam dan Malware, Ada 15 Serangan Siber Per Detik
Liputan6.com, Jakarta – Indonesia menghadapi situasi darurat keamanan digital. Laporan terbaru dari platform threat intelligence nasional, AwanPintar.id, mengungkapkan bahwa Indonesia…
AwanPintar sebut 43 serangan siber terjadi per detik di Indonesia
Jakarta (ANTARA) – AwanPintar.id mengeluarkan laporan terkait Ancaman Digital di Indonesia Semester II-2023, terdapat rata-rata 155.292 serangan siber per jam…
