Keamanan siber menjadi isu yang semakin krusial di era digital ini. Hal ini disampaikan Founder AwanPintar.id® Yudhi Kukuh, yang menekankan pentingnya menjaga privasi data, terutama di media sosial. “Jangan banyak membagikan data, terutama di media sosial, misalnya ketika ada ajakan untuk mencocokkan wajah dengan karakter tertentu. Ini bisa menjadi awal pengumpulan data oleh AI yang semakin canggih dan valid. Data yang terkumpul, seperti wajah, tahun lahir, dan kebiasaan, bisa dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Berita Lainnya
Indonesia Disebut Jadi Sumber Spam dan Malware Terbesar pada 2025
KOMPAS.com – Indonesia disebut menjadi sumber serangan spam dan malware terbesar sepanjang 2025. Hal itu terungkap dalam laporan “Indonesia Waspada:…
Bandung dan Semarang naik jadi lima besar asal ancaman siber Indonesia
Jakarta (ANTARA) – Bandung, Jawa Barat dan Semarang, Jawa Tengah naik peringkat menjadi lima besar daerah asal ancaman siber di…
Waspada Ransomware Modern, dalam 6 Bulan Ada 347 Juta Serangan Siber di Indonesia
TEMPO.CO, Jakarta – Ransomware masih menjadi salah satu ancaman yang menakutkan bagi masyarakat. Khususnya buat para profesional IT pada organisasi…
Data Pemerintah Dominasi 58 Persen Kebocoran di Dark Web, Platform Baru Ini Tawarkan Deteksi Dini
Liputan6.com, Jakarta – Ancaman kebocoran data di dark web kebocoran data di dark web menjadi perhatian serius di Indonesia menyusul…
Serangan Siber ke Indonesia Capai 1,9 Juta Kali per Hari, Ini Daftar 10 Teratas Tipe Serangan
Liputan6.com, Jakarta – AwanPintar.id telah merilis laporan mengenai situasi keamanan siber di Indonesia untuk semester 1 tahun 2023. Laporan bertajuk…
Terjadi 2 Kasus Siber Selama Sepekan, Data Bank BCA Bocor Efek dari Malware
Dua kasus siber dikatakan telah menimpa Bank of Central Asia (BCA) dalam satu minggu terakhir, meski semuanya dibantah keras. Di…
