Jawa Pos -Di tengah seringnya pemerintah kelabakan diserang kejahatan siber, terdapat setitik harapan menjaga kedaulatan digital Indonesia. Harapan itu muncul dari kerja sama lembaga keamanan siber Awan Pintar dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII). Mereka memasang 15 detektor guna mendeteksi serangan siber secara real time. ”Dalam kegiatan apa pun, sering kali saya tanya kepada setiap orang apakah ada yang memiliki anti-malware di smartphone-nya,” ujar Yudhi Kukuh, founder Awan Pintar. Hampir 100 persen menjawab tidak memiliki. Kondisi minimnya pemahaman keamanan siber di smartphone masyarakat umum itu dianalisis Yudhi.
Berita Lainnya
Serangan Siber Indonesia Tembus 133 Juta, AI Jadi ‘Tameng’ Baru Keamanan Digital
KOMPAS.com – Jumlah serangan siber di Indonesia kembali menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Sepanjang semester I 2025, tercatat lebih dari 133…
Mengenal AwanPintar.id, Pemantau Serangan Siber ke Indonesia
Jakarta – Prosperita Sistem Indonesia membuat sebuah sistem Cloud Security Engine bernama AwanPintar.id, yang tugasnya memantau serangan-serangan siber yang terjadi…
Jakarta Jadi Sumber Serangan Siber Terbanyak RI, Depok Juara Dua
Jakarta, CNN Indonesia — Area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) disebut dominan jadi sumber serbuan siber. Simak rincian daftarnya…
AI Bikin Serangan Siber Makin Cepat dan Berlipat Ganda Lebih Banyak
JAKARTA, KOMPAS.com – Teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai mengubah cara serangan siber dilakukan. Salah satu yang paling terlihat adalah kemampuan…
RI Jadi Negara dengan Ancaman Spam Terbesar di Dunia, 15 Serangan per Detik
Bisnis.com, Jakarta – Indonesia ditempatkan sebagai ‘sarang’ serangan spam dan malware terbesar di dunia sepanjang 2025. Temuan dari platform intelligence…
Serangan Siber di RI Gila-gilaan, 15 Kali per Detik Sepanjang 2025
Uzone.id — Laporan terbaru dari AwanPintar mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada dalam level kewaspadaan tinggi perihal serangan siber. Dalam…
