Keamanan siber menjadi isu yang semakin krusial di era digital ini. Hal ini disampaikan Founder AwanPintar.id® Yudhi Kukuh, yang menekankan pentingnya menjaga privasi data, terutama di media sosial. “Jangan banyak membagikan data, terutama di media sosial, misalnya ketika ada ajakan untuk mencocokkan wajah dengan karakter tertentu. Ini bisa menjadi awal pengumpulan data oleh AI yang semakin canggih dan valid. Data yang terkumpul, seperti wajah, tahun lahir, dan kebiasaan, bisa dimanfaatkan untuk tujuan yang tidak diinginkan,” ujarnya.
Berita Lainnya
15 Serangan Siber Terjadi Setiap Detik di Indonesia, Ancaman Spam dan Malware Meningkat
Indonesia kini berada dalam keadaan darurat terkait keamanan digital. Menurut laporan terbaru dari platform threat intelligence nasional, AwanPintar.id, negara ini…
Laporan Ancaman Digital Semester 1 2025, Awan Pintar Deteksi Gelombang Eksploitasi Celah Keamanan Siber
INDUSTRY.co.id – Jakarta – Platform intelligence ancaman siber nasional dari PT Prosperita Sistem Indonesia, AwanPintar.id merilis laporan Indonesia Waspada: Ancaman…
RI Jadi Negara dengan Ancaman Spam Terbesar di Dunia, 15 Serangan per Detik
Bisnis.com, Jakarta – Indonesia ditempatkan sebagai ‘sarang’ serangan spam dan malware terbesar di dunia sepanjang 2025. Temuan dari platform intelligence…
Tantangan Keamanan Siber Bukan Lagi Alat Proteksi Canggih tapi Olah Data
JAKARTA, KOMPAS.com – Saat ini perusahaan tidak hanya mengandalkan satu layanan untuk melindungi sistem dari ancaman siber. Antivirus, Endpoint Detection…
AwanPintar Ungkap 10 Serangan Siber Teratas di Indonesia pada Semester 1 2023
TEMPO.CO, Jakarta – Laporan semester 1 tahun 2023 dari AwanPintar menjelaskan banyak hal seputar keamanan siber di Indonesia, salah satunya…
Jakarta Jadi Sumber Serangan Siber Terbanyak RI, Depok Juara Dua
Jakarta, CNN Indonesia — Area Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi (Jabodetabek) disebut dominan jadi sumber serbuan siber. Simak rincian daftarnya…
