Cloud File Scanning
Case Study:
Layanan Publik dan Portal Pemerintah
Executive Summary
Transformasi digital layanan publik mendorong instansi pemerintah untuk membuka portal akses mandiri (self-service) bagi masyarakat dan pelaku usaha. Mulai dari pendaftaran administrasi, izin usaha, penerimaan ASN, hingga verifikasi bantuan sosial, jutaan dokumen diunggah setiap hari.
Hal ini dapat membuka vektor serangan cyber nomor satu bagi pihak yang tidak bertanggung jawab. Menerima file langsung dari perangkat publik yang tidak terjamin keamanannya membuka celah masuknya ransomware, malware zero-day, dan skrip jahat ke dalam jaringan data nasional.
Penggunaan Cloud File Scanning berbasis API menjadi fondasi keamanan wajib untuk menyaring, membersihkan, dan memvalidasi setiap dokumen di pintu gerbang digital sebelum menyentuh infrastruktur internal layanan publik dan portal pemerintah.
Tantangan
- Infiltrasi Berkedok Dokumen Sah.
Peretas sering memanipulasi file PDF, JPG, atau DOCX dengan menyisipkan skrip makro berbahaya atau payload malware. Dokumen tampak seperti berkas pendaftaran sah (KTP/SK), tetapi berisi perintah peretasan saat dibuka oleh petugas. - Serangan Ransomware Terorganisir.
Satu file terinfeksi yang lolos ke server penyimanan data pemerintah dapat melumpuhkan seluruh basis data pusat layanan publik dan menghentikan pelayanan warga selama berhari-hari. - Perangkat Masyarakat Tidak Terjangkau Antivirus Internal.
Pemerintah tidak dapat mengontrol atau memastikan apakah laptop/ponsel milik warga yang mengunggah dokumen bebas dari malware. - Dilema Performa vs Keamanan.
Pemindaian file secara tradisional dengan antivirus on-premise sering kali lambat, memakan memori CPU server yang besar, dan menyebabkan aplikasi web menjadi lag atau down pada jam sibuk (misalnya saat pendaftaran seleksi nasional). - Kerusakan Reputasi.
Satu insiden malware yang berhasil menginfeksi jaringan dapat menghentikan layanan masyarakat selama berhari-hari, memicu ketidakpastian layanan, kebocoran privasi data, dan menghancurkan kepercayaan masyarakat.
Solusi
Layanan Publik dan Portal Pemerintah dapat menerapkan Cloud File Scanning yang menggunakan API sebagai Zero-Trust Gatekeeper (pos pemeriksaan keamanan) pada pintu masuk unggahan file portal publik
Mengapa AwanPintar Cloud File Scanning ?
- Setup Mudah di Sisi Klien Tanpa Perangkat Tambahan: Tanpa hardware mahal. Cukup hubungkan via koneksi API dan sistem siap bekerja.
- Kedaulatan Data Nasional: AwanPintar Cloud File Scanning menggunakan infrastuktur Nasional untuk menjamin kedaulatan data dan kepatuhan perundangan.
- Pemenuhan Regulasi & Kepatuhan (Compliance): Penerapan teknologi ini secara langsung mendukung kepatuhan terhadap regulasi keamanan siber nasional dan internasional. Perlindungan Data Pribadi (PDP) & Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE): Menjamin bahwa infrastruktur penyimpan data warga tidak menjadi perantara penyebaran serangan siber yang dapat mengakibatkan kebocoran data. ISO 27001:2022 Kontrol A.8.7 (Protection against malware) Kontrol A.8.23 (Web electronic services).
- Multi-Engine Scanning: File dipindai menggunakan beragam metode secara paralel di cloud untuk memastikan tingkat akurasi deteksi.
- Pengalaman Pengguna Tanpa Gangguan: Aktivitas berjalan secara aman di latar belakang untuk kenyamanan seluruh pengguna.
Implementasi

Persiapan Pengguna
- Mendata seluruh aplikasi, portal web, form unggahan, API Gateway tempat file dari luar pertama kali diterima.
- Membuka akses HTTS ke server API AwanPintar
- Menyiapkan prosedur tata kelola, remediasi & notifikasi
- Melakukan Proof of Concept
Cara proses kerja secara singkat
- AwanPintar akan menyediakan API yang dengan protokol HTTPS
- Proses penerimaan dokumen disesuaikan dengan melakukan komunikasi API ke AwanPintar Cloud File Scanning sebelum disimpan ke server
- Respon API dapat menjadi acuan perlakuan terhadap sebuah file (malware – dihapus, clean – disimpan)
- Data dapat langsung dilihat di konsol awanpintar
