IP LIST

Case Study:
Sektor Keuangan (BFSI – Banking, Financial Services, and Insurance)

Executive Summary

Sektor perbankan, keuangan, dan FinTech beroperasi dalam lingkungan dengan tingkat risiko keamanan terdepan. Seiring pesatnya adopsi transaksi online, serangan siber seperti credential stuffing, account takeover (ATO), bot jahat, dan manipulasi API payment gateway makin masif.
Melalui integrasi IP Intelligence – IP LIST dari AwanPintar, lembaga keuangan mengotomatisasi pemblokiran lalu lintas berisiko tinggi di perimeter terluar jaringan (Edge/NGFW & WAF). Hasilnya, mampu menekan upaya serangan otomatis, menghilangkan latensi pemeriksaan transaksi, serta memenuhi standar kepatuhan regulasi OJK dan regulasi secara substansial.

Tantangan

  • Serangan Bot Masif & Credential Stuffing.
    Penggunaan jaringan botnet untuk mencoba jutaan kombinasi username/password bocor pada endpoint login aplikasi mobile dan web banking.
  • Eksploitasi Endpoint API Transaksi.
    Lonjakan lalu lintas jahat ke applikasi keuangan yang mencoba melakukan pencurian saldo, manipulasi respon API, atau fraud kartu kredit..
  • Overhead Sistem & Latensi Tinggi.
    Penggunaan metode proteksi tradisional (seperti query eksternal berulang) menambah latensi pada transaksi real-time dan membebani kinerja server.
  • Tekanan Kepatuhan Regulasi.
    Perbankan dan penyelenggara sistem elektronik keuangan wajib mematuhi standar keamanan siber ketat (seperti ISO 27001 dan regulasi perlindungan data sektor keuangan oleh OJK/BI) yang menuntut pemantauan ancaman secara proaktif.
  • Ancaman Spesifik Jaringan Lokal.
    Solusi Threat Intelligence global sering kali terlambat mengenali botnet atau IP penyerang yang beroperasi secara khusus di dalam infrastruktur internet Indonesia.

Solusi

AwanPintar menyalurkan Threat Intelligence Feeds (IP LIST) berbasis API real-time yang langsung diintegrasikan ke dalam arsitektur keamanan perusahaan (Firewall, WAF, dan API Gateway).

Mengapa AwanPintar IP LIST ?
  1. Implementasi AwanPintar IP LIST: Menghubungkan perangkat Gateway, WAF, API dan Firewall Edge bank langsung ke sensor threat intelligence AwanPintar.
  2. Deployment Tanpa Perangkat Tambahan: Pengguna tidak perlu membeli server atau perangkat baru. Cukup mengaktifkan IP LIST (IP FEED) yang ada di perangkat atau system yang ada.
  3. Integrasi Automated Rule Enforcement: IP LIST diunduh secara otomatis oleh perangkat keamanan lokal tanpa perlu intervensi manual dari tim SecOps.
  4. Penyaringan Berbasis Threat Intelligence Lokal: AwanPintar memanfaatkan database sensor honeypot dan sistem deteksi lain yang tersebar di jaringan Indonesia untuk mengidentifikasi IP penyerang di tingkat lokal maupun internasional secara real-time.
  5. Penyaringan Lapis Pertama (First-Line Filtering):
    Menolak koneksi dari IP publik yang telah teridentifikasi sebagai sumber cyber attack, , exploit, botnet, spammer, atau malware distributor pada tahap handshake awal.
  6. Memenuhi Regulasi: pengembang AwanPintar telah lulus uji IKAS BSSN sebagai bagian dari pengakuan keamanan dan syarat kepatuhan lokal.

Kebutuhan di sisi pelanggan

  • Zero Latency Security Check.
    Pemblokiran dilakukan langsung di tingkat kernel/hardware jaringan lokal, menjaga kecepatan respon transaksi di bawah milidetik.
  • Integrasi API yang Fleksibel.
    Kompatibel dengan infrastruktur eksisting seperti Fortinet, Palo Alto, F5 WAF, Nginx, dan BGP Router.
  • Monitoring & Analisis.
    Akses dashboard untuk memantau statistik pemblokiran, tren serangan IP lokal, serta pengelolaan allowlist jika diperlukan.
  • Kepatuhan Regulasi Nasional.
    Menggunakan produk dalam negeri yang membantu pemenuhan regulasi OJK/BI dan regulasi lainnya.

Proses kerja IP LIST secara singkat

  • Detection & Profiling: Sensor honeypot AwanPintar menangkap aktivitas serangan siber, brute-force atau eksploitasi cyber ke arah jaringan Indonesia dan memasukkan IP penyerang ke kategori terkait.
  • Automated Feed Sync: Perangkat Next-Gen Firewall (NGFW), WAF atau perangkat lain milik pelanggan mengunduh pembaruan feed IP AwanPintar secara berkala.
  • Perimeter Enforcement: Setiap permintaan koneksi dari IP berisiko tinggi langsung ditolak (drop/block) di tingkat terluar jaringan atau dipicu syarat verifikasi ketat (MFA/CAPTCHA).
  • Monitoring & Reporting: Tim SecOps menerima korelasi log bersih dari SIEM untuk kebutuhan audit keamanan dan analisis insiden.
  • Pencatatan Log & Visibilitas: Detail data IP yang diblokir dicatat pada dashboard analitik untuk kebutuhan pelaporan dan analisis tim keamanan (Security/SOC Team).