Cloud File Scanning

Case Study:
Implementasi di Perusahaan

Executive Summary

Di era otomatisasi dan transformasi digital, setiap perusahaan—mulai dari skala menengah hingga korporasi besar banyak menerapkan applikasi untuk memproses ribuan file setiap hari. Berkas pertukaran data B2B, dokumen klaim, invoice, data HR, dari karyawan baik yang bekerja dari luar kantor ataupun dalam kantor, ataupun partner atau pihak ketiga, terus mengalir masuk ke dalam infrastruktur perusahaan.
Penggunaan Cloud File Scanning berbasis API menjadi fondasi keamanan wajib untuk menyaring, membersihkan, dan memvalidasi setiap dokumen di pintu gerbang digital sebelum menyentuh infrastruktur internal perusahaan.

Tantangan

  • Tingginya Interaksi Data Luar (Third-Party Risk).
    Perusahaan tidak bisa mengontrol tingkat keamanan perangkat milik mitra bisnis, vendor, pelanggan, atau karyawan yang bekerja secara remote (WFH). File yang diunggah dari luar dianggap berisiko tinggi (untrusted).
  • Infiltrasi Berkedok Dokumen Sah.
    Peretas sering memanipulasi file PDF, JPG, ZIP, atau DOCX dengan menyisipkan skrip makro berbahaya atau payload malware. Dokumen tampak seperti file biasa, tetapi berisi perintah peretasan saat dibuka oleh pengguna.
  • Serangan Malware Terorganisir.
    Satu file terinfeksi yang lolos ke server penyimpanan data dapat melumpuhkan seluruh basis data pusat dan menghentikan layanan selama berhari-hari.
  • Dilema Performa vs Keamanan.
    Pemindaian file secara tradisional dengan antivirus on-premise sering kali lambat, memakan memori CPU server yang besar, dan menyebabkan aplikasi web menjadi lag atau down pada jam sibuk (misalnya saat pendaftaran seleksi nasional).
  • Risiko Finansial & Kerusakan Reputasi.
    Satu insiden malware yang berhasil menginfeksi jaringan dapat menghentikan bisnis selama berhari-hari, memicu kebocoran data, dan menghancurkan kepercayaan pelanggan.

Solusi

Perusahaan dapat menerapkan Cloud File Scanning yang menggunakan API sebagai Zero-Trust Gatekeeper (pos pemeriksaan keamanan) pada pintu masuk unggahan appliaksi atau portal untuk pelanggan atau pihak ketiga lainnya.

Mengapa AwanPintar Cloud File Scanning ?
  1. Setup Mudah di Sisi Klien Tanpa Perangkat Tambahan: Tanpa hardware mahal. Cukup hubungkan via koneksi API dan sistem siap bekerja.
  2. Efisiensi Biaya: Efisiensi biaya operasional (OpEx) dengan skema pay-per-use di cloud.
  3. Pemenuhan Regulasi & Kepatuhan (Compliance): Penerapan teknologi ini secara langsung mendukung kepatuhan terhadap regulasi keamanan siber nasional dan internasional. Perlindungan Data Pribadi (PDP) & Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE): Menjamin bahwa infrastruktur penyimpan data warga tidak menjadi perantara penyebaran serangan siber yang dapat mengakibatkan kebocoran data. ISO 27001:2022 Kontrol A.8.7 (Protection against malware) Kontrol A.8.23 (Web electronic services) Kontrol A.5.21 (Managing ICT supply chain risks).
  4. Kedaulatan Data Nasional: AwanPintar Cloud File Scanning menggunakan infrastuktur Nasional untuk menjamin kedaulatan data dan kepatuhan perundangan.
  5. Multi-Engine Scanning: File dipindai menggunakan beragam metode secara paralel di cloud untuk memastikan tingkat akurasi deteksi.
  6. Pengalaman Pengguna Tanpa Gangguan: Aktivitas berjalan secara aman di latar belakang untuk kenyamanan seluruh pengguna.

Implementasi

Persiapan Pengguna

  • Mendata seluruh aplikasi, portal web, form unggahan, API Gateway tempat file dari luar pertama kali diterima.
  • Membuka akses HTTS ke server API AwanPintar
  • Menyiapkan prosedur tata kelola, remediasi & notifikasi
  • Melakukan Proof of Concept

Cara proses kerja secara singkat

  • AwanPintar akan menyediakan API yang dengan protokol HTTPS
  • Proses penerimaan dokumen disesuaikan dengan melakukan komunikasi API ke AwanPintar Cloud File Scanning sebelum disimpan ke server
  • Respon API dapat menjadi acuan perlakuan terhadap sebuah file (malware – dihapus, clean – disimpan)
  • Data dapat langsung dilihat di konsol awanpintar